Heboh banget ramalan kalo dunia bakalan berakhir di tanggal 21 Desember 2012. Bahkan film-filmnya bermunculan. Bayangin aja, nyata banget kalo manusia jadi harap-harap cemas soal kiamat ini. Acara infotainment juga ga kalah lebai, macem silet ngebahasnya kiamat terus. Belum lagi orang-orang yang “katanya” punya kelebihan melihat masa depan juga mendukung dogma kiamat 2012. Katanya sih sesuai sama tulisan di kitab suci agama.
Waduh, gimana ga ngeri kalo apa yang diwahyukan Allah udah deket? Aku layaknya manusia yang lain jadi ngeri kan.. Waduh masih muda pula uda mau kiamat ini teh? Kita jadi dipermainkan oleh tayangan-tayangan yang terus mengekspos soal kiamat. Tapi kemaren, pas banget sama hebohnya film 2012, pastur di gereja Katedral Maria di Merdeka kotbah soal kiamat 2012 ini.
Pastur cuma bilang, kiamat itu tidak bisa diramalkan. Bagaimana mungkin manusia bisa tahu kapan tepatnya kiamat terjadi. Karena apa? Hanya Bapa di surga yang tahu. Bahkan para malaikatnya tidak tahu. Maka sangatlah tidak mungkin manusia mampu meramalkan kejadian yang bahkan malaikat kepercayaan Allah tidak tahu.
Selain itu, banyak dari kita menganggap bahwa kiamat itu jalan Tuhan. Tuhan yang berkehendak kiamat maka DUAR dunia lenyap. Manusi lupa bahwa kiamat ini disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Siapa sih yang terus menerus menggali tanah demi minyak (UANG lebih tepatnya), siapa yang buang sampah sembarangan, siapa yang ga bisa merawat bumi ini, siapa yang suka seenaknya bikin pabrik tanpa memperhatikan limbahnya? Ga salah kalo bumi jadi sakit, terlalu tercemar sehingga berontak. Jangan pernah menyalahkan Tuhan jika ada bencana, jangan pernah menyatakan ini kehendak Tuhan. Tuhan bukan manusia, yang bisa menghancurkan karya ciptaannya sendiri. Tuhan itu penuh kasih, dia akan mengusahakan segala cara agar manusia dan bumi ciptaannya selamat dari marabahaya apapun.
Kiamat 2012, menurut pastur pasti tidak bisa dihindari jika ekspos media hanya melulu soal kiamatnya. Media dan manusia tidak mengekspos soal PERUBAHAN yang harus dilakukan dari dulu atau paling terlambatnya sekarang untuk mencegah kiamat itu. Kiamat 2012 hanya rekaan manusia, tanda-tanda akhir zaman memang sudah muncul bertahun-tahun yang lalu. Namun tidak ada yang menyadari dan menanggapi hingga akhirnya ada bencana tidak berkesudahan dan dikaitkan dengan ramalan suku Maya. Jika dari dulu ada perubahan, mungkin ga ada desas desus yang meresahkan manusia.
Tuhan menjanjikan bahwa dunia akan dibebaskan dari zaman ‘edan’. Mungkin sekarang-sekarang inilah saatnya. Namun sekali lagi jangan salahkan Tuhan. Salahkan diri sendiri (manusia) karena akibat ulah sendiri dunia jadi kacau seperti ini. Tuhan tidak pernah muak memaafkan manusia, namun alam tidak bisa kompromi ketika semuanya dieksploitasi dan dirusak. Salahkan alam jika marah?
Jadi teman-teman semua, jangan khawatir soal kiamat 2012. Hanya Bapa di surga yang tahu. Manusia terlalu naive jika menganggap ilmu pengetahuan dapat memprediksikan segalanya. Kiamat pasti datang suatu saat, bukan untuk menghancurkan dunia. Tapi untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik, lepas dari zaman edan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Mungkin nanti, hanya disisakan sebagian kecil yang beriman dan taat pada Tuhan. Berusahalah agar menjadi umat pilihan-Nya yang diselamatkan.
Bukankah lebih baik BERUBAH daripada hanya sekedar panik? Makasih Tuhan, lewat kotbah pastur kami semua disadarkan. Bukan begini caranya menghadapi kiamat, tapi percaya dan mau berubah yang menjadi kunci utama. Kiamat 2012, siapa takut? Kita semua punya Tuhan yang ajaib, yang mahakuasa dan mahatahu. Maka mari, berubah yuk!